Latar belakang
Hari akhir disebut juga hari kiamat adalah hari dimana alam
semesta dan seisinya akan hancur dan binasa. Pada hari itu semua manusia akan
dikumpulkan dan dibangkitkan untuk diminta pertanggungjawaban atas apa yang
mereka lakukan semasa hidupnya di dunia. Iman kepada hari akhir termasuk rukun
iman yang kelima.
Yang dimaksud iman pada hari akhir ialah percaya bahwa hari
akhir atau hari kiamat itu pasti akan terjadi. Mengimaninya dapat menjadi tolak
ukur seberapa besar ketaqwaan seseorang kepada Sang Pencipta. Jika seorang Muslim
tidak mempercayai adanya hari akhir, maka orang-orang tersebut tergolong umat
manusia yang lemah ketaqwaan dan keimanannya. Umat yang benar-benar beriman
kepada hari akhir akan selalu teringat bahwa dunia adalah ladang untuk mereka
berlomba-lomba dalam beribadah dan berbuat kebaikan lalu menghindari semua
larangan-Nya juga akan selalu mereka lakukan.
Beriman kepada hari akhir memang sangatlah penting dan berpengaruh pada kehidupan seluruh umat muslim. Dengan beriman pada hari akhir dapat menumbuhkan dan memperkuat ketaqwaan serta komitmen umat dalam beragama setelah dibuat lalai oleh gemerlapnya dunia.
Pengertian
Hari akhir atau hari kiamat berasal dari bahasa arab yaitu
yaumul qiyamah. Secara istilah hari akhir atau hari kiamat adalah hari hancur
dan binasanya alam semesta. Dimana kemudian manusia akan dibangkitkan kembali
dan dihitung amal perbuatan semasa hidup di dunia.
Waktu terjadinya hari kiamat
Terjadinya hari kiamat merupakan rahasia Allah SWT. Tidak ada satupun umat manusia yang mengetahui kapan hari kiamat akan datang dan terjadi. Seperti firman Allah pada Q.S. Al-A’raf ayat 187 yang artinya: Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”
Peristiwa yang terjadi saat hari kiamat
Keluarnya Dajjal. Dajjal di ambil dari kata Dajala yang
berarti kekacauan, dalam banyak hadist shahih cirri-ciri dajjal yaitu mata
sebelah kanannya rusak seperti anggur kering, kulit yang kehitam hitaman, dahi
lebar, rambut kriting, tinggi besar, dajjal mengaku sebagai Tuhan (padahal
Tuhan itu tidak buta), setiap orang beriman pasti bisa membaca tulisan di
dahinya tertulis 3 huruf Kaf Fa' Ra'. Semua orang yang tau tulisan Arab dan
tidak tau akan bisa membaca tulisan itu Kaf Fa' Ra (Kufur).
Sabda Nabi SAW “jika kalian mengetahui dajjal keluar dari
suatu lokasi, maka larilah kamu meskipun itu di gunung”. Dia membuat kerusakan selama
40 hari, seluruh sisi bumi akan di masuki oleh dajjal tidak tertinggal satupun
tempat, kecuali dia masuk ke dalamnya yaitu Makkah dan Madinah. Kata Nabi SAW
dalam beberapa hadist shahih mengatakan karena di setiap gerbang di makkah dan
madinah malaikat menghunuskan pedangnya dan menghalau dajjal supaya tidak
masuk.
Saat dia tiba di palestina di waktu yang bersamaan, di kota madinah
berkecamuk, kaum muslimin sepakat untuk keluar melawan dajjal untuk
membunuhnya. Kemudian keluarlah 1 orang
dari kota madinah, yang namanya seperti nabi SAW yaitu Muhammad bin Abdillah,
dan dia juga merupakan keturunan Nabi SAW, orang ini dikenal julukan Mahdi,
atau Imam Mahdi inilah tanda kiamat kedua.
Pada saat dia tiba di makkah, di biaiatlah oleh banyak kaum
muslimin. Maka terbentuklah pasukan jihad, yang akan mengejar dajjal ke
palestina. Pada saat pasukan Imam mahdi atau pasukan jihad tadi sampai di
tempat yang bernama darrul baidlo, dalam satu keterangan hadits, di menara atau
masjid itulah imam mahdi mampir untuk sholat ashar bersama pasukannya. Dikatakan dalam hadits
tadi, Isa AS akan turun sambil memegang kedua sayapnya malaikat dan dari
rambutnya yang basah meneteskan air. Maka diapun turun lalu kemudian dia masuk
dan orang orang saat itu mengenalnya bahwa dia Isa AS dan mereka tau saat ini
masanya keluar dajjal. setelah sholat mereka menuju ke palestina.
Singkat cerita nabi Isa as akhirnya tiba dengan pasukan
mujahidin di depan pintu gerbang Bablut. Dajjal mengatakan, “bukakan pintu
gerbang mereka tidak akan mampu melawan kita”. Karena pasukannya mereka memang
banyak. Maka dajjal dengan sombongnya menunggu di depan pintu gerbang, pada saat
dibuka dajjal kaget melihat ada Isa Alaihissalam dan pada saat itu kata Nabi SAW
dajjal paham kalau sudah tiba ajalnya, begitu melihat Isa Alaihissalam dia lari
dan badannya sambil meleleh di depan para pengikutnya.
Pada saat Dajjal mati semua pengikutnya merasa ketakutan,
karena mereka menganggap bahwa Dajjal adalah tetapi Dajjal bisa mati. Maka
bertebaranlah mereka dan akhirnya bersembunyi di bawah pohon dan di atas batu.
Kemudian batu dan pohon akan memberikan penjelasan, “Hai muslim, ini yahudi. Bunuhlah!”.
Maka dibunuh Dajjal dan pengikutnya pada saat itu juga. ` lalu nabi Isa
alaihissalam memimpin di muka bumi dan kata Nabi Shallallahu alaihi wasallam
pada saat itu agama Islam yang dibawa
oleh Nabi Muhammad Shalallahu Wassalam masuk ke semua rumah di muka bumi tanpa
tersisa. Dalam keterangan Hadits Shahih, maka pada saat itu nabi Isa
alaihissalam memimpin. Disebutkan dalam hadits, 40 tahun ini diisi dengan
ketenangan. Semua orang menerapkan hukum Islam dan beriman kepada Allah
Subhanahu Wa Ta'ala
Setelah itu datanglah tanda-tanda hari kiamat besar yang
ke-4 yaitu keluarnya Yakjuj Makjuj. Nabi Muhammad SAW menyebutkan ciri-ciri
mereka. Mata mereka sobekannya kecil sehingga kelihatan seperti sipit, tapi
bola matanya besar. Mereka memiliki rambut yang keriting dan postur yang
umumnya seperti postur manusia. Ada
hadits yang menjelaskan bahwa mereka akan mendatangi sebuah Sungai yang bernama
Sungai Tiberia. Sungai ini mengalir air yang sangat banyak, semua minum air dari
sungai itu dan saat yang terakhir dari mereka datang air sungai sudah habis.
Pada saat itu Nabi SAW bersabda, Allah berfirman kepada Isa “Wahai Isa! Aku
akan mengeluarkan hamba-hamba-ku yang tidak ada seorang pun dari kalian bisa
mengalahkannya,” termasuk Isa as. Maka selamatkanlah dirimu Bersama dengan
pengikut-pengikutmu ke gunung Tsur.
Ciri khas Yakjuj Makjuj kata Nabi SAW adalah mereka memakan
segalanya dan bukan seperti manusia pada umumnya. Saat mereka keluar maka kerusakan akan mulai terjadi.
Membunuh siapapun yang mereka temui dan melepas anak-anak panah ke langit
setelah mereka merasa menjadi penguasa di muka bumi. Kemudian Allah menurunkan
anak-anak panah tersebut sebagai fitnah yang dipenuhi darah dan dari situ
mereka merasa bahwa telah membunuh semua orang yang ada. Allah lalu mengizinkan
Nabi Isa untuk berdoa kepada Allah agar memusnahkan Yakjuj dan Makjuj. Seketika
Allah SWT menurunkan kepada hama. Sebagian hadits menyebutkan hama yang
dimaksud ini seperti berupa serangga-serangga kecil yang kemudian membuat
mereka mati. Kepemimpinan Nabi Isa berlangsung sampai ia meninggal. Sepeninggal
Nabi Isa manusia kembali berbuat kufur. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengeluarkan
tanda-tanda kiamat besar yang ke yang kelima yaitu keluarnya hewan atau
binatang melata yang bisa berbicara dan dipenuhi bulu pada badannya. Namun
tidak disebutkan dari belahan bumi mana hewan-hewan ini keluar.
Kemudian datang tanda-tanda kiamat yang ke-6, 7, dan delapan
yang terjadinya secara serentak yaitu longsor besar yang terjadi di timur dan
barat Jazirah Arab, keluarnya api dari negeri atau kota Aden di Yaman. Kemudian
tanda yang terakhir sebelum sitiupnya sangkakala adalah terbitnya matahari dari
arah terbenamnya yaitu arah barat.
Hikmah
Hikmah beriman kepada hari akhir adalah agar manusia bisa benar-benar memaknai tujuan kehidupan di dunia, yakni beribadah kepada Allah SWT. Sebab, hari akhir merupakan waktu pertanggungjawaban. Selain itu, iman kepada hari akhir juga bisa membuat manusia semakin semangat menjalankan ibadah.
Jika kita sudah benar-benar iman atau percaya bahwa kelak pasti akan tiba hari dimana semua kehidupan di muka bumi ini dimusnahkan, maka kita akan senantiasa nurut manut atas segala apapun yang Allah perintahkan kepada kita dan menjauhi semua larangan-Nya.
