Senin, 25 April 2022

IMAN KEPADA HARI AKHIR

Latar belakang

    Hari akhir disebut juga hari kiamat adalah hari dimana alam semesta dan seisinya akan hancur dan binasa. Pada hari itu semua manusia akan dikumpulkan dan dibangkitkan untuk diminta pertanggungjawaban atas apa yang mereka lakukan semasa hidupnya di dunia. Iman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang kelima.

    Yang dimaksud iman pada hari akhir ialah percaya bahwa hari akhir atau hari kiamat itu pasti akan terjadi. Mengimaninya dapat menjadi tolak ukur seberapa besar ketaqwaan seseorang kepada Sang Pencipta. Jika seorang Muslim tidak mempercayai adanya hari akhir, maka orang-orang tersebut tergolong umat manusia yang lemah ketaqwaan dan keimanannya. Umat yang benar-benar beriman kepada hari akhir akan selalu teringat bahwa dunia adalah ladang untuk mereka berlomba-lomba dalam beribadah dan berbuat kebaikan lalu menghindari semua larangan-Nya juga akan selalu mereka lakukan.

    Beriman kepada hari akhir memang sangatlah penting dan berpengaruh pada kehidupan seluruh umat muslim. Dengan beriman pada hari akhir dapat menumbuhkan dan memperkuat ketaqwaan serta komitmen umat dalam beragama setelah dibuat lalai oleh gemerlapnya dunia.

Pengertian

    Hari akhir atau hari kiamat berasal dari bahasa arab yaitu yaumul qiyamah. Secara istilah hari akhir atau hari kiamat adalah hari hancur dan binasanya alam semesta. Dimana kemudian manusia akan dibangkitkan kembali dan dihitung amal perbuatan semasa hidup di dunia.

Waktu terjadinya hari kiamat

    Terjadinya hari kiamat merupakan rahasia Allah SWT. Tidak ada satupun umat manusia yang mengetahui kapan hari kiamat akan datang dan terjadi. Seperti firman Allah pada Q.S. Al-A’raf ayat 187 yang artinya: Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”

Peristiwa yang terjadi saat hari kiamat

    Keluarnya Dajjal. Dajjal di ambil dari kata Dajala yang berarti kekacauan, dalam banyak hadist shahih cirri-ciri dajjal yaitu mata sebelah kanannya rusak seperti anggur kering, kulit yang kehitam hitaman, dahi lebar, rambut kriting, tinggi besar, dajjal mengaku sebagai Tuhan (padahal Tuhan itu tidak buta), setiap orang beriman pasti bisa membaca tulisan di dahinya tertulis 3 huruf Kaf Fa' Ra'. Semua orang yang tau tulisan Arab dan tidak tau akan bisa membaca tulisan itu Kaf Fa' Ra (Kufur).

    Sabda Nabi SAW “jika kalian mengetahui dajjal keluar dari suatu lokasi, maka larilah kamu meskipun itu di gunung”. Dia membuat kerusakan selama 40 hari, seluruh sisi bumi akan di masuki oleh dajjal tidak tertinggal satupun tempat, kecuali dia masuk ke dalamnya yaitu Makkah dan Madinah. Kata Nabi SAW dalam beberapa hadist shahih mengatakan karena di setiap gerbang di makkah dan madinah malaikat menghunuskan pedangnya dan menghalau dajjal supaya tidak masuk.

    Saat dia tiba di palestina di waktu yang bersamaan, di kota madinah berkecamuk, kaum muslimin sepakat untuk keluar melawan dajjal untuk membunuhnya. Kemudian  keluarlah 1 orang dari kota madinah, yang namanya seperti nabi SAW yaitu Muhammad bin Abdillah, dan dia juga merupakan keturunan Nabi SAW, orang ini dikenal julukan Mahdi, atau Imam Mahdi inilah tanda kiamat kedua.

    Pada saat dia tiba di makkah, di biaiatlah oleh banyak kaum muslimin. Maka terbentuklah pasukan jihad, yang akan mengejar dajjal ke palestina. Pada saat pasukan Imam mahdi atau pasukan jihad tadi sampai di tempat yang bernama darrul baidlo, dalam satu keterangan hadits, di menara atau masjid itulah imam mahdi mampir untuk sholat ashar  bersama pasukannya. Dikatakan dalam hadits tadi, Isa AS akan turun sambil memegang kedua sayapnya malaikat dan dari rambutnya yang basah meneteskan air. Maka diapun turun lalu kemudian dia masuk dan orang orang saat itu mengenalnya bahwa dia Isa AS dan mereka tau saat ini masanya keluar dajjal. setelah sholat mereka menuju ke palestina.

    Singkat cerita nabi Isa as akhirnya tiba dengan pasukan mujahidin di depan pintu gerbang Bablut. Dajjal mengatakan, “bukakan pintu gerbang mereka tidak akan mampu melawan kita”. Karena pasukannya mereka memang banyak. Maka dajjal dengan sombongnya menunggu di depan pintu gerbang, pada saat dibuka dajjal kaget melihat ada Isa Alaihissalam dan pada saat itu kata Nabi SAW dajjal paham kalau sudah tiba ajalnya, begitu melihat Isa Alaihissalam dia lari dan badannya sambil meleleh di depan para pengikutnya.

    Pada saat Dajjal mati semua pengikutnya merasa ketakutan, karena mereka menganggap bahwa Dajjal adalah tetapi Dajjal bisa mati. Maka bertebaranlah mereka dan akhirnya bersembunyi di bawah pohon dan di atas batu. Kemudian batu dan pohon akan memberikan penjelasan, “Hai muslim, ini yahudi. Bunuhlah!”. Maka dibunuh Dajjal dan pengikutnya pada saat itu juga. ` lalu nabi Isa alaihissalam memimpin di muka bumi dan kata Nabi Shallallahu alaihi wasallam pada saat itu  agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallahu Wassalam masuk ke semua rumah di muka bumi tanpa tersisa. Dalam keterangan Hadits Shahih, maka pada saat itu nabi Isa alaihissalam memimpin. Disebutkan dalam hadits, 40 tahun ini diisi dengan ketenangan. Semua orang menerapkan hukum Islam dan beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

    Setelah itu datanglah tanda-tanda hari kiamat besar yang ke-4 yaitu keluarnya Yakjuj Makjuj. Nabi Muhammad SAW menyebutkan ciri-ciri mereka. Mata mereka sobekannya kecil sehingga kelihatan seperti sipit, tapi bola matanya besar. Mereka memiliki rambut yang keriting dan postur yang umumnya seperti postur manusia.  Ada hadits yang menjelaskan bahwa mereka akan mendatangi sebuah Sungai yang bernama Sungai Tiberia. Sungai ini mengalir air yang sangat banyak, semua minum air dari sungai itu dan saat yang terakhir dari mereka datang air sungai sudah habis.

    Pada saat itu Nabi SAW bersabda,  Allah berfirman kepada Isa “Wahai Isa! Aku akan mengeluarkan hamba-hamba-ku yang tidak ada seorang pun dari kalian bisa mengalahkannya,” termasuk Isa as. Maka selamatkanlah dirimu Bersama dengan pengikut-pengikutmu ke gunung Tsur.

    Ciri khas Yakjuj Makjuj kata Nabi SAW adalah mereka memakan segalanya dan bukan seperti manusia pada umumnya.  Saat mereka keluar maka kerusakan akan mulai terjadi. Membunuh siapapun yang mereka temui dan melepas anak-anak panah ke langit setelah mereka merasa menjadi penguasa di muka bumi. Kemudian Allah menurunkan anak-anak panah tersebut sebagai fitnah yang dipenuhi darah dan dari situ mereka merasa bahwa telah membunuh semua orang yang ada. Allah lalu mengizinkan Nabi Isa untuk berdoa kepada Allah agar memusnahkan Yakjuj dan Makjuj. Seketika Allah SWT menurunkan kepada hama. Sebagian hadits menyebutkan hama yang dimaksud ini seperti berupa serangga-serangga kecil yang kemudian membuat mereka mati. Kepemimpinan Nabi Isa berlangsung sampai ia meninggal. Sepeninggal Nabi Isa manusia kembali berbuat kufur. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengeluarkan tanda-tanda kiamat besar yang ke yang kelima yaitu keluarnya hewan atau binatang melata yang bisa berbicara dan dipenuhi bulu pada badannya. Namun tidak disebutkan dari belahan bumi mana hewan-hewan ini keluar.

    Kemudian datang tanda-tanda kiamat yang ke-6, 7, dan delapan yang terjadinya secara serentak yaitu longsor besar yang terjadi di timur dan barat Jazirah Arab, keluarnya api dari negeri atau kota Aden di Yaman. Kemudian tanda yang terakhir sebelum sitiupnya sangkakala adalah terbitnya matahari dari arah terbenamnya yaitu arah barat. 

Hikmah

    Hikmah beriman kepada hari akhir adalah agar manusia bisa benar-benar memaknai tujuan kehidupan di dunia, yakni beribadah kepada Allah SWT. Sebab, hari akhir merupakan waktu pertanggungjawaban. Selain itu, iman kepada hari akhir juga bisa membuat manusia semakin semangat menjalankan ibadah.

    Jika kita sudah benar-benar iman atau percaya bahwa kelak pasti akan tiba hari dimana semua kehidupan di muka bumi ini dimusnahkan, maka kita akan senantiasa nurut manut atas segala apapun yang Allah perintahkan kepada kita dan menjauhi semua larangan-Nya.

Rabu, 20 April 2022

KESULITAN BELAJAR BAGI SISWA DAN CARA MENGATASINYA

 PENGERTIAN

Menurut National Institute of Health, USA kesulitan belajar adalah hambatan/gangguan belajar pada seorang anak dan remaja yang ditandai oleh adanya kesenjangan yang signifikan antara taraf intelejensi dan kemampuan akademik yang seharusnya dicapai. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kesulitan belajar kemungkinan disebabkan oleh gangguan di dalam sisem saraf pusat otak yang dapat menimbulkan genggauan perkembangan seperti gangguan perkembangan berbicara, membaca, menulis, pemahaman, dan berhitung.

Aktivitas belajar bagi setiap individu tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang terasaa amat sulit. Dalam hal semangat terkadang tinggi, tetapi terkadang juga sulit untuk konsentrasi

Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena faktor inteligensi yang rendah (kelainan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor non inteligensi. Karena dalam kenyataannya cukup banyak anak didik yang memiliki inteligensi yang tinggi, tetapi hasil belajarnya rendah (jauh dari yang diharapkan). Dan juga banyak anak didik dengan inteligensi yang rata-rata normal tetapi dapat meraih prestasi belajar yang tinggi melebihi kepandaian anak didik dengan inteligensi yang tinggi. Dengan demikian, IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar.[1]

PENYEBAB

        Fenomen kesulitan belajar dapat dilihat dari menurunnya penampilan akademik atau prestasi belajarnya. Selain itu, kesulitan belajar dapat dilihat adanya atau munculnya perilaku yang tidak biasa siswa seperti suka berteriak di ruang kelas, mengganggu teman, berkelahi, sering tidak masuk sekolah serta sering kabur dari sekolah. Syah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar sebagai berikut:

1. Faktor internal siswa, yakni hal atau keadaan-keadaan yang muncul dari dalam diri siswa itu sendiri.

2. Faktor eksternal siswa, yakni hal atau keadaan-keadaan yang muncul dari luar siswa itu sendiri.[1]

        Kedua faktor ini meliputi aneka  ragam hal dan keadaan yang antara lain tersebut di bawah ini:

a.       Faktor internal siswa

Faktor internal siswa meliputi gangguan atau kekurangmampuan psiko-fisik siswa, yakni:

1)         Yang bersifat kognitif (ranah cipta), antara lain seperti rendahnnya kapasitas intelektual siswa.

2)         Yang bersifat afektif (ranah rasa), antara lain seperti labilnya emosi dan sikap

3)   Yang bersikap psikomotor (ranah karsa), antara lain seperti terganggunya alat-alat indera penglihatan dan pendengaran

b.      Faktor eksternal siswa

Faktor eksternal siswa meliputi semua situasi dan kondisi lingkugan sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar siswa. Faktor ini dibagi menjadi tiga macam:

1)      Ligkungan keluarga, contohnya; ketidakharmonisan hubungan antara ayah dan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga.

2)      Lingkungan masyarakat, contohnya; wilayah perkampungan kumuh/kotor, dan teman sepermainan atau sepergaulan yang nakal.

3)     Lingkungan sekolah, contohnya; kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru serta alat-alat belajar yang berkualitas rendh.

Selain faktor-faktor yang bersifat umum di atas, ada pula faktor-faktor lain yang juga menimbulkan kesulitan belajar siswa. Di antara faktor-faktor yang dapat dipandang sebagai faktor khusus ini ialah sindrom psikologis berupa learning disability (ketidakmampuan belajar). Menurut Reber, sindrom yang berarti satuan gejala yang muncul sebagai indikator adanya keabnormalan psikis yang menimbulkan kesulitan belajar, yaitu

1.   Disleksia (dyslexia), yakni ketidakmampuan belajar membaca.

2.   Disgrafia (dysgraphia), yakni ketidak mampuan belajar menulis.

3.   Diskalkulia (dyscalculia), yakni ketidakmampuan belajar matematika.[2]

           Akan tetapi, siswa yang mengalami sindrom-sindrom di atas secara umum sebenarnya memiliki potensi IQ yang normal bahan di antaranya ada yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Oleh karena itu, kesulitan belajar siswa yang mengalami sindrom-sindrom di atas mungkin hanya disebabkan oleh adanya minimal brain dysfunction, yaitu gangguan ringan pada otak.

        Menurut Sternberg, otak sangat berperan penting terhadap pemrosesan kognitif siswa karena otak adalah organ dalam tubuh kita yang mengontrol langsung pikiran, emosi, dan motivasi kita. Dengan demikian, gangguan sedikit saja terhadap otak akan mengganggu sistem saraf yang lain dan pada akhirnya siswa mungkin tidak termotivasi dalam belajar.[3]

CARA MENGATASI

Dalam rangka usaha mengatasi kesulitan belajar tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan mencari faktor-faktor yang diduga sebagai penyebabnya. Karena itu, mencari sumber-sumber penyebab utama dan sumber-sumber penyebab penyerta lainnya mutlak dilakukan secara akurat, efektif dan efisien.

Secara garis besar, langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam rangka usaha mengatasi kesulitan belajar anak didik, dapat dilakukan dengan melalui enam tahap, yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagnostik, pragnosis, treatment, dan evaluasi.Cara mengatasi kesulitan belajar diantaranya yaitu :

1.      Pengumpulan Data

Untuk menemukan sumber penyebab kesulitan belajar diperlukan banyak informasi. Untuk memperoleh informasi perlu diadakan pengamatan langsungterhadap objek yang bermasalah. Teknik interview (wawancara) ataupun taknik dokumentasi dapat dipakai untuk mengumpulkan data. Baik teknik observasi dan interview maupun dokumentasi, ketiganya saling melengkapi dalam rangka keakuratan data. Usaha lain yang dapat dilakukan dalam usaha pengumpulan data bisa melalui kegiatan sebagai berikut:Kunjungan rumah, Case study, Case history, Daftar pribadi, Meneliti pekerjaan anak, Meneliti tugas kelompok, Melaksanakan tes, baik tes IQ maupun tes prestasi.

Dalam pelaksanaannya, semua metode itu tidak meski digunakan bersama-sama, tetapi tergantung pada masalahnya, kompleks atau tidak. Semakin rumit masalahnya, maka semakin banyak kemungkinan yang dapat digunakan. Jika masalahnya sederhana, mungkin dengan satu metode sudah cukup untuk menemukan faktor apa yang menyebabkan kesulitan belajar anak. Dan dalam pengumpulan data tidak perlu mencari informasi sebanyak-banyaknya. Sebab setiap informasi yang diterima belum tentu data. Informasi yang simpang siur justru membingungkan. Oleh karenanya, yang betul adalah carilah banyak informasi melalui sumber yang tepat untuk mendapatkan data selengkap-lengkapnya. Sehingga data yang lengkap itu dapat diolah dengan cermat dan sebaik mungkin.[1]

2.      Pengolahan Data

Data yang telah terkumpul tidak aka nada artinya jika tidak diolah secara cermat. Factor-faktor penyebab kesulitan balajar anak didik jelas tidak dapat diketahui, karena data yang trkumpul itu masih mentah, belum dianalisis dengan saksama. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam pengolahan data adalah sebagai berikut: Identifikasi kasus, membandingkan antarkasus, Membandingkan dengan hasil tes, dan menarik kesimpulan.

3.      Diagnosis

Diagnosis adalah keputusan (penentuan) mengenai hasil dari pengolahan data. Tentu saja keputusan yang diambil itu setelah dilakukan analisis terhadap data yang diolah itu. Diagnosis dapat berupa hal-hal sebagai berikut.:

a.    Keputusan mengenai jenis kesulitan belajar anak didik yaitu berat dan ringannya tingkat kesulitan yang dirasakan anak didik.

b.    Keputusan mengenai faktor-faktor yang ikut menjadi sumber penyebab kesulitan belajar anak didik.

c.    Keputusan mengenai faktor utama yang menjadi sumber penyebab kesulitan belajar anak didik.

Karena diagnosis adalah penentuan jenis penyakit dengan meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya atau proses pemeriksaan terhadap hal yang dipandang tidak beres, maka agar akurasi keputusan yang diambil tidak keliru tentu saja diperlukan kecermatan dan ketelitian yang tinggi. Untuk mendapatkan hasil yang menyakinkan itu sebaiknya minta bantuan tenaga ahli dalam bidang keahlian mereka masing-masing.

4.      Prognosis

Keputusan yang diambil berdasarkan hasil diagnosis dilakukan kegiatan penyusunan program dan penetapan ramalan mengenai bantuan yang harus diberikan kepada anak untuk membantunya keluar dari kesulitan belajar. Dalam penyunsunan program bantuan terhadap anak didik yang berkesulitan belajar dapat diajukan pertanyaan-pertanyan dengan mengggunakan rumus 5W + 1H.

5.      Treatment

Treatment adalah perlakuan. Perlakuan di sini dimaksudkan adalah bantuan kepada anak didik yang mengalami kesulitan belajar sesuai dengan program yang telah disusun pada tahap prognosis. Bentuk treatment yang mungkin dapat diberikan adalah:Melalui bimbingan belajar individual, bimbingan belajar kelompok, remedial teaching untuk mata pelajaran tertentu, bimbingan orang tua di rumah, Pemberian bimbingan pribadi untuk mengatasi masalah-masalah psikologis, mengenai cara belajar yang baik secara umum, dan juga mengenai cara belajar yang baik sesuai dengan karakteristik setiap mata pelajaran.

Ketepatan treatment yang diberikan kepada anak didik yang mengalami kesulitan belajar sangat tergantung kepada ketelitian dalam pengumpulan data, pengolahan data, dan diagnosis. Tapi bisa juga pengumpulan datanya sudah lengkap dan pengolahan datanya dengan cermat, tetapi diagnosis yang diputuskan keliru, disebabkan kesalahan analisis, maka treatment yang diberikan kepada anak didik yang mengalami kesulitan belajar pun tidak akurat. Oleh karenanya, kecermatan dan ketelitian tingkat tinggi sangat dituntut dalam pengumpulan data, pengolahan data dan diagnosis, sehingga pada akhirnya treatment benar-benar menganai objek dan subjek persoalan.[2]

6.      Evaluasi

Evaluasi di sini dimaksudkan untuk mengetahui apakah treatment yang telah diberikan berhasil dengan baik. Artinya ada kemajuan, yaitu anak dapat dibantu keluar dari lingkaran masalah kesulitan belajar atau gagal sama sekali. Kemungkinan gagal atau berhasil treatment yang telah diberikan kepada anak, dapat diketahui sampai sejauh mana kebenaran jawaban anak terhadap item-item soal yang diberikan dalam jumlah tertentu dan dalam materi tertentu melalui alat evaluasi berupa tes prestasi belajar atau achievement test. Bila jawaban anak sebagian besar banyak yang salah, itu sebagai pertanda bahwa treatment gagal.

Karenanya, perlu pengecekan kembali dengan cara mencari faktor-faktor penyebab dari kegagalan itu. Ada kemungkinan data yang terkumpul kurang lengkap, program yang disusun tidak jelas dan tepat, atau diagnosis yang diambil tidak akurat karena kesalahan membaca data, sehingga berdampak langsung pada treatment yang bias. Kemungkinan lain bisa juga terjadi. Datanya lengkap, pengolahan datanya dengan cermat dan teliti, akurasi diagnosis meyakinkan, dan prognosis dengan jelas dan sistematis, tetapi karena treatment yang diberikan kepada anak yang mengalami kesulitan belajar tidak sungguh-sungguh, terkesan asal-asalan, juga menjadi pangkal penyebab gagalnya usaha mengatasi kesulitan belajar anak. Agar tidak terjadi kesalahan pengertian, di sini perlu ditegaskan bahwa pengecekan kembali hanya dilakukan bila terjadi di kegagalan treatment berdasarkan evaluasi, di mana hasil prestasi belajar anak didik masih rendah, di bawah standar.

Dalam rangka pengecekan kembali atas kegagalan treatment, secara teoritis lengkah-langkah yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut: Re-ceking data (baik yang berhubungan dengan masalah pengumpulan maupun pengolahan data), Re-diagnosis, Reprognosis, Re-treatment, Re-evaluasi. Bila treatment gagal harus diulang. Kegagalan treatment yang kedua harus diulangi dengan treatment berikutnya. Begitulah seterusnya sampai benar-benar dapat mengeluarkan anak didik dari kesulitan belajar. Sebab satu masalah belum selesai, maka masalah lain masih menunggu untuk ditangani.

KESIMPULAN

    Menurut National Institute of Health, USA kesulitan belajar adalah hambatan/gangguan belajar pada seorang anak dan remaja yang ditandai oleh adanya kesenjangan yang signifikan antara taraf intelejensi dan kemampuan akademik yang seharusnya dicapai. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kesulitan belajar kemungkinan disebabkan oleh gangguan di dalam sisem saraf pusat otak yang dapat menimbulkan genggauan perkembangan seperti gangguan perkembangan berbicara, membaca, menulis, pemahaman, dan berhitung.

    Fenomen kesulitan belajar dapat dilihat dari menurunnya penampilan akademik atau prestasi belajarnya. Selain itu, kesulitan belajar dapat dilihat adanya atau munculnya perilaku yang tidak biasa siswa seperti suka berteriak di ruang kelas, mengganggu teman, berkelahi, sering tidak masuk sekolah serta sering kabur dari sekolah. Syah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar sebagai berikut:

1. Faktor internal siswa

2. Faktor eksternal siswa

    Selain faktor-faktor yang bersifat umum di atas, ada pula faktor-faktor lain yang juga menimbulkan kesulitan belajar siswa. Di antara faktor-faktor yang dapat dipandang sebagai faktor khusus ini ialah sindrom psikologis berupa learning disability (ketidakmampuan belajar). 

    Menurut Reber, sindrom yang berarti satuan gejala yang muncul sebagai indicator adanya keabnormalan psikis yang menimbulkan kesulitan belajar, yaitu:

1. Disleksia (dyslexia)

2. Disgrafia (dysgraphia)

3. Diskalkulia (dyscalculia)

    Secara garis besar, langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam rangka usaha mengatasi kesulitan belajar anak didik, dapat dilakukan dengan melalui enam tahap, yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagnostik, pragnosis, treatment, dan evaluasi. Cara mengatasi kesulitan belajar diantaranya yaitu:

1. Pengumpulan data

2. Pengolahan data

3. Diagnosis

4. Prognosis

5. Treatment

6. Evaluasi 



[5] Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru  (Bandung : Rosda,2011), hal. 252

[6] Ibid,254.

[2] Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan, (Bandung, PT. Remaja Rosda Karya, 2000), hal. 173-174

[3] Ibid, hal. 174

[4] Stemberg, Robert, Penerjemah Yudi Santoso, Psikologi Kognitif, (Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2008), hal. 28

[1] M. Dalyono, Psikologi Pendidikan (Jakarta : Rineka Cipta,1997), hal. 209


Senin, 11 April 2022

MEMAHAMI APA ITU SPBM (STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH)

 STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Belajar mengajar adalah sesuatu kegiatan yang bernilai edukatif. Edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Namun pada kenyataannya kita menyadari selama ini tidak mudah bagi guru untuk menjadikan peserta didik aktif dalam mengembangkan potensi dirinya agar memiliki kekuatan spritual keagamaan, kepribadian, kecerdasan dan akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Salah satu penyebabnya adalah siswa, untuk dapat menyelesaikan masalah yang kurang diperhatikan oleh setiap guru. Akibatnya  siswa menghadapi masalah, walaupun masalah itu dianggab sepele, banyak siswa tidak dapat menyelesaikannya dengan baik.

Salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan SPBM, pembelajaran berdasarkan masalah adalah suatu pendekatan untuk membelajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampilan memecahkan masalah, belajar peranan orang dewasa yang ototentik serta menjadi belajar mandiri.

Dalam penerapan Strategi Pembelajran Berbasis Masalah(SPBM), guru memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk menetapkan topik masalah, walaupun sebenarnya guru sudah mempersiapkan apa yang harus dibahas saat di kelas. Proses pembelajaran diarahkan agar siswa mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis.

SPBM merupakan strategi yang memungkinkan dan sangat penting untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan pada kenyataannya setiap manusia akan selalu dihadapi dengan masalah, dari masalah sederhana sampai masalah yang kompleks. Dilihat dari konteks perbaikan kualitas pendidikan, maka SPBM merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran.

A. PENGERTIAN

Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.[1] Terdapat 3 ciri utama dari SPBM. Pertama, SPBM merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi SPBM ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. SPBM tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengar, mencatat kemudian menghafal meteri pelajaran, akan tetapi melalaui SPBM siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan. Kedua, Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. SPBM menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya tanpa masalah maka tidak mungkin ada proses pembelajaran. Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berfikir secara ilmiah. Berfikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berfikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara sistematis dan empiris. Sistematis artinya berfikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu. Sedangkan empiris artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada data dan fakta yang jelas.

Untuk mengimplementasikan SPBM, guru perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan yang dapat dipecahkan. Masalah tersebut bisa diambil dari buku, teks, atau dari sumber-sumber lain misalnya dari peristiwa yang terjadi dilingkungan sekitar, keluarga atau peristiwa kemasyaraktan. Strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah dapat diterapan:

1.        Manakala guru menginginkan siswa tidak hanya dapat mengingat materi pembelajaran, akan tetapi menguasai dan memahaminya secara penuh.

2.        Apabila guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berpikir rasional  siswa, yaitu kemampuan menganalisis situasi baru, mengenal adanya perbedaan antara fakta dan pendapat,serta mengembangkan kemampuan dalam membuat judgment secara objektif.

3.        Manakala guru menginginkan kemampuan siwa untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa.

4.            Jika guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajarnya.

5.        Jika guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya. (Hubungan antara teori dan kenyataan)[2].

B. LANGKAH-LANGKAH

            John Dewey seorang ahli pendidikan berkebangsaan Amerika menjelaskan 6 langkah SPBM yang kemudian dia namakan metode pemecahan masalah (problem solving), yaitu :[3]

1.      Merumuskan masalah, yaitu langkah siswa menentukan masalah yang akan dipecahkan.

2.      Menganalisis masalah, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang.

3.      Merumuskan hipotesis, yaitu langkah siswa merumuskan berbagaikemungkinan pemecahan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

4.      Mengumpulkan data, yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkaninformasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah.

5.      Pengujian hipotesis, yaitu langkah siswa mengambil atau merumuskankesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yangdiajukan.

6.      Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, yaitu langkah siswamenggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan

David Johnson & Johnson mengemukakan ada 5 langkah SPBM melalui kegiatan kelompok, yaitu :

1.      Mendefinisikan masalah, yaitu merumuskan masalah dari peristiwa tertentuyang mengandung isu konflik, hingga siswa menjadi jelas masalah apa yangakan dikaji. Dalam kegiatan ini guru bisa meminta pendapat dan penjelasansiswa tentang isu-isu hangat yang menarik untuk dipecahkan.

2.      Mendiagnosis masalah, yaitu menentukan sebab-sebab terjadinya masalah,serta menganalisis berbagai faktor baik faktor yang bisa menghambat maupunfaktor yang dapat mendukung dalam penyelesaian masalah. Kegiatan ini bisadilakukan dalam diskusi kelompok kecil, hingga pada akhirnya siswa dapatmengurutkan tindakan-tindakan prioritas yang dapat dilakukan sesuai dengan jenis penghamba yang diperkirakan.

3.      Merumuskan alternatif strategi, yaitu menguji setiap tindakan yang telahdirumuskan melalui diskusi kelas. Pada tahapan ini setiap siswadidoronguntuk berpikir mengemukakan pendapat dan argumentasi tentangkemungkinan setiap tindakan yang dapat dilakukan.

4.      Menentukan dan menerapkan strategi pilihan, yaitu pengambilan keputusantentang strategi mana yang dapat dilakukan.

5.      Melakukan evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Evaluasi proses adalah evaluasi tehadap seluruh kegiatan pelaksanaan kegiatan,sedangkan evaluasi hasil adalah evaluasi terhadap akibat dari penerapanstrategi yang diterapkan.



[1] Eveline Siregar dkk, Teori Belajar dan Pembelajaran (Bogor : Ghalia Indonesia,2010),120-121.

[2] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, STrategi Belajar Mengajar (Jakarta : PT Rineka Cipta,2002),121.

[3] Wina, Sanjaya., Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2010),07.


Selasa, 05 April 2022

MENJADI GURU HEBAT DENGAN CARA PAHAM KOMPONEN PROSES PEMBELAJARAN

 

PERBEDAAN MODEL, METODE, STRATEGI, PENDEKATAN, & TEKNIK DALAM PEMBELAJARAN




    Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan ada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Dalam proses pembelajaran misalnya, pengembangan suasana kesetaraan melalui komunikasi dialogis yang transparan, toleran, dan tidak arogan seharusnya terwujud didalam aktivitas pembelajaran. Suasana yang memberi kesempatan luas bagi setiap peserta didik untuk berdialog dan mempertanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan diri dan potensinya.

Hal ini menjadi sangat penting karena para pendidik juga adalah pemimpin yang harus mengakomodasi berbagai pertanyaan dan kebutuhan peserta didik secara transparan, toleran dan tidak arogan dengan membuka seluas-luasnya kesempatan demi kesempatan dialog kepada peserta didik. Berikut merupakan komponen penting dari proses pembelajaran.

1. Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalalh sebuah bentuk pembelajaran yang sudah tergambarkan sedari awal hingga akhir pembelajaran dan dikemas secara khas oleh seorang tenaga pendidik

Contoh; Discovery learning, Problem Based Learning, Project Based  Learning

2. Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara yang dipergunakan oleh tenaga pendidik dalam mengadakan hubungan antar pendidik dan peserta didik pada saat berlangsungnya proses pembelajaran dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran

Contoh; Ceramah, diskusi, studi kasus, demonstrasi

3. Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran merupakan suatu aktivitas pembelajaran yang mesti dikerjakan oleh seorang tenaga pendidik dan peserta didik demi mencapai suatu tujuan pembelajaran dengan efektif dan efisien

Contoh; Exposition Discovery Learning, Group Individual Learning

4. Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran merupakan sudut pandang atau titik tolak guru terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan akan terjadinya sebuah proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menguatkan, menginspirasi, dan melatari metode dalam suatu pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu

Contoh; Student Center, Teacher Center

5. Teknik Pembelajaran

Teknik pembelajaran adalah langkah-langkah yang ditempuh dalam metode untuk mengelola kegiatan pembelajaran atau teknik pembelajaran merupakan implementasi dari metode dan jabaran operasional dari metode pembelajaran

Contoh; Teknik inquiry, Teknik diskusi, Teknik eksperimen

    Berikut merupakan perbedaan dari  model , metode, strategi, pendekatan, dan teknik pembelajaran. Perlu kita pahami jika dalam hati kita, kita merupakan seorang pendidik yang sekarang atau kelak akan memiliki banyak peserta didik yang perlu kita bimbing. Kita sebagai seorang pendidik wajib paham dan mengerti bagaimana situasi dan kondisi lapangan saat berada dalam suatu forum pembelajaran.

Semoga bermanfaat calon orang-orang sukses!

IMAN KEPADA HARI AKHIR

Latar belakang      Hari akhir disebut juga hari kiamat adalah hari dimana alam semesta dan seisinya akan hancur dan binasa. Pada hari itu s...