Senin, 11 April 2022

MEMAHAMI APA ITU SPBM (STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH)

 STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Belajar mengajar adalah sesuatu kegiatan yang bernilai edukatif. Edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Namun pada kenyataannya kita menyadari selama ini tidak mudah bagi guru untuk menjadikan peserta didik aktif dalam mengembangkan potensi dirinya agar memiliki kekuatan spritual keagamaan, kepribadian, kecerdasan dan akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Salah satu penyebabnya adalah siswa, untuk dapat menyelesaikan masalah yang kurang diperhatikan oleh setiap guru. Akibatnya  siswa menghadapi masalah, walaupun masalah itu dianggab sepele, banyak siswa tidak dapat menyelesaikannya dengan baik.

Salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan SPBM, pembelajaran berdasarkan masalah adalah suatu pendekatan untuk membelajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampilan memecahkan masalah, belajar peranan orang dewasa yang ototentik serta menjadi belajar mandiri.

Dalam penerapan Strategi Pembelajran Berbasis Masalah(SPBM), guru memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk menetapkan topik masalah, walaupun sebenarnya guru sudah mempersiapkan apa yang harus dibahas saat di kelas. Proses pembelajaran diarahkan agar siswa mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis.

SPBM merupakan strategi yang memungkinkan dan sangat penting untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan pada kenyataannya setiap manusia akan selalu dihadapi dengan masalah, dari masalah sederhana sampai masalah yang kompleks. Dilihat dari konteks perbaikan kualitas pendidikan, maka SPBM merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran.

A. PENGERTIAN

Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.[1] Terdapat 3 ciri utama dari SPBM. Pertama, SPBM merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi SPBM ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. SPBM tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengar, mencatat kemudian menghafal meteri pelajaran, akan tetapi melalaui SPBM siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan. Kedua, Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. SPBM menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya tanpa masalah maka tidak mungkin ada proses pembelajaran. Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berfikir secara ilmiah. Berfikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berfikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara sistematis dan empiris. Sistematis artinya berfikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu. Sedangkan empiris artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada data dan fakta yang jelas.

Untuk mengimplementasikan SPBM, guru perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan yang dapat dipecahkan. Masalah tersebut bisa diambil dari buku, teks, atau dari sumber-sumber lain misalnya dari peristiwa yang terjadi dilingkungan sekitar, keluarga atau peristiwa kemasyaraktan. Strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah dapat diterapan:

1.        Manakala guru menginginkan siswa tidak hanya dapat mengingat materi pembelajaran, akan tetapi menguasai dan memahaminya secara penuh.

2.        Apabila guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berpikir rasional  siswa, yaitu kemampuan menganalisis situasi baru, mengenal adanya perbedaan antara fakta dan pendapat,serta mengembangkan kemampuan dalam membuat judgment secara objektif.

3.        Manakala guru menginginkan kemampuan siwa untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa.

4.            Jika guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajarnya.

5.        Jika guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya. (Hubungan antara teori dan kenyataan)[2].

B. LANGKAH-LANGKAH

            John Dewey seorang ahli pendidikan berkebangsaan Amerika menjelaskan 6 langkah SPBM yang kemudian dia namakan metode pemecahan masalah (problem solving), yaitu :[3]

1.      Merumuskan masalah, yaitu langkah siswa menentukan masalah yang akan dipecahkan.

2.      Menganalisis masalah, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang.

3.      Merumuskan hipotesis, yaitu langkah siswa merumuskan berbagaikemungkinan pemecahan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

4.      Mengumpulkan data, yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkaninformasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah.

5.      Pengujian hipotesis, yaitu langkah siswa mengambil atau merumuskankesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yangdiajukan.

6.      Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, yaitu langkah siswamenggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan

David Johnson & Johnson mengemukakan ada 5 langkah SPBM melalui kegiatan kelompok, yaitu :

1.      Mendefinisikan masalah, yaitu merumuskan masalah dari peristiwa tertentuyang mengandung isu konflik, hingga siswa menjadi jelas masalah apa yangakan dikaji. Dalam kegiatan ini guru bisa meminta pendapat dan penjelasansiswa tentang isu-isu hangat yang menarik untuk dipecahkan.

2.      Mendiagnosis masalah, yaitu menentukan sebab-sebab terjadinya masalah,serta menganalisis berbagai faktor baik faktor yang bisa menghambat maupunfaktor yang dapat mendukung dalam penyelesaian masalah. Kegiatan ini bisadilakukan dalam diskusi kelompok kecil, hingga pada akhirnya siswa dapatmengurutkan tindakan-tindakan prioritas yang dapat dilakukan sesuai dengan jenis penghamba yang diperkirakan.

3.      Merumuskan alternatif strategi, yaitu menguji setiap tindakan yang telahdirumuskan melalui diskusi kelas. Pada tahapan ini setiap siswadidoronguntuk berpikir mengemukakan pendapat dan argumentasi tentangkemungkinan setiap tindakan yang dapat dilakukan.

4.      Menentukan dan menerapkan strategi pilihan, yaitu pengambilan keputusantentang strategi mana yang dapat dilakukan.

5.      Melakukan evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Evaluasi proses adalah evaluasi tehadap seluruh kegiatan pelaksanaan kegiatan,sedangkan evaluasi hasil adalah evaluasi terhadap akibat dari penerapanstrategi yang diterapkan.



[1] Eveline Siregar dkk, Teori Belajar dan Pembelajaran (Bogor : Ghalia Indonesia,2010),120-121.

[2] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, STrategi Belajar Mengajar (Jakarta : PT Rineka Cipta,2002),121.

[3] Wina, Sanjaya., Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2010),07.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IMAN KEPADA HARI AKHIR

Latar belakang      Hari akhir disebut juga hari kiamat adalah hari dimana alam semesta dan seisinya akan hancur dan binasa. Pada hari itu s...