STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Belajar mengajar adalah sesuatu
kegiatan yang bernilai edukatif. Edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar
yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan
sebelum pengajaran dilakukan. Namun pada kenyataannya kita menyadari selama ini
tidak mudah bagi guru untuk menjadikan peserta didik aktif dalam mengembangkan
potensi dirinya agar memiliki kekuatan spritual keagamaan, kepribadian,
kecerdasan dan akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Salah satu penyebabnya adalah siswa, untuk dapat
menyelesaikan masalah yang kurang diperhatikan oleh setiap guru. Akibatnya siswa menghadapi masalah, walaupun masalah
itu dianggab sepele, banyak siswa tidak dapat menyelesaikannya dengan baik.
Salah satu cara mengatasi masalah
tersebut adalah dengan menerapkan SPBM, pembelajaran berdasarkan masalah adalah
suatu pendekatan untuk membelajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan
berfikir dan keterampilan memecahkan masalah, belajar peranan orang dewasa yang
ototentik serta menjadi belajar mandiri.
Dalam penerapan Strategi Pembelajran
Berbasis Masalah(SPBM), guru memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk
menetapkan topik masalah, walaupun sebenarnya guru sudah mempersiapkan apa yang
harus dibahas saat di kelas. Proses pembelajaran diarahkan agar siswa mampu
menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis.
SPBM merupakan strategi yang memungkinkan dan sangat penting untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan pada kenyataannya setiap manusia akan selalu dihadapi dengan masalah, dari masalah sederhana sampai masalah yang kompleks. Dilihat dari konteks perbaikan kualitas pendidikan, maka SPBM merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran.
A. PENGERTIAN
Strategi Pembelajaran Berbasis
Masalah (SPBM) dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang
menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.[1]
Terdapat 3 ciri utama dari SPBM. Pertama, SPBM merupakan rangkaian
aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi SPBM ada sejumlah kegiatan
yang harus dilakukan siswa. SPBM tidak mengharapkan siswa hanya sekedar
mendengar, mencatat kemudian menghafal meteri pelajaran, akan tetapi melalaui
SPBM siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan
akhirnya menyimpulkan. Kedua, Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan
masalah. SPBM menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran.
Artinya tanpa masalah maka tidak mungkin ada proses pembelajaran. Ketiga,
pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berfikir secara
ilmiah. Berfikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berfikir
deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara sistematis dan
empiris. Sistematis artinya berfikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan
tertentu. Sedangkan empiris artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada
data dan fakta yang jelas.
Untuk mengimplementasikan SPBM, guru
perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan yang dapat dipecahkan.
Masalah tersebut bisa diambil dari buku, teks, atau dari sumber-sumber lain
misalnya dari peristiwa yang terjadi dilingkungan sekitar, keluarga atau
peristiwa kemasyaraktan. Strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah dapat
diterapan:
1. Manakala
guru menginginkan siswa tidak hanya dapat mengingat materi pembelajaran, akan
tetapi menguasai dan memahaminya secara penuh.
2. Apabila
guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berpikir
rasional siswa, yaitu kemampuan menganalisis situasi baru, mengenal
adanya perbedaan antara fakta dan pendapat,serta mengembangkan kemampuan dalam
membuat judgment secara objektif.
3. Manakala
guru menginginkan kemampuan siwa untuk memecahkan masalah serta membuat
tantangan intelektual siswa.
4. Jika
guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajarnya.
5. Jika
guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan apa
yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya. (Hubungan antara teori dan
kenyataan)[2].
B. LANGKAH-LANGKAH
John Dewey seorang ahli pendidikan berkebangsaan Amerika menjelaskan 6 langkah SPBM yang kemudian dia namakan metode pemecahan masalah (problem solving), yaitu :[3]
1.
Merumuskan
masalah, yaitu langkah siswa menentukan masalah yang akan dipecahkan.
2.
Menganalisis
masalah, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut
pandang.
3.
Merumuskan
hipotesis, yaitu langkah siswa merumuskan berbagaikemungkinan pemecahan sesuai
dengan pengetahuan yang dimilikinya.
4.
Mengumpulkan
data, yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkaninformasi yang diperlukan
untuk pemecahan masalah.
5.
Pengujian
hipotesis, yaitu langkah siswa mengambil atau merumuskankesimpulan sesuai
dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yangdiajukan.
6.
Merumuskan
rekomendasi pemecahan masalah, yaitu langkah siswamenggambarkan rekomendasi
yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan
kesimpulan
David
Johnson & Johnson mengemukakan ada 5 langkah SPBM melalui kegiatan kelompok,
yaitu :
1.
Mendefinisikan
masalah, yaitu merumuskan masalah dari peristiwa tertentuyang mengandung isu
konflik, hingga siswa menjadi jelas masalah apa yangakan dikaji. Dalam kegiatan
ini guru bisa meminta pendapat dan penjelasansiswa tentang isu-isu hangat yang
menarik untuk dipecahkan.
2.
Mendiagnosis
masalah, yaitu menentukan sebab-sebab terjadinya masalah,serta menganalisis
berbagai faktor baik faktor yang bisa menghambat maupunfaktor yang dapat
mendukung dalam penyelesaian masalah. Kegiatan ini bisadilakukan dalam diskusi
kelompok kecil, hingga pada akhirnya siswa dapatmengurutkan tindakan-tindakan
prioritas yang dapat dilakukan sesuai dengan jenis penghamba yang diperkirakan.
3.
Merumuskan
alternatif strategi, yaitu menguji setiap tindakan yang telahdirumuskan melalui
diskusi kelas. Pada tahapan ini setiap siswadidoronguntuk berpikir mengemukakan
pendapat dan argumentasi tentangkemungkinan setiap tindakan yang dapat
dilakukan.
4.
Menentukan
dan menerapkan strategi pilihan, yaitu pengambilan keputusantentang strategi
mana yang dapat dilakukan.
5.
Melakukan
evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Evaluasi proses adalah
evaluasi tehadap seluruh kegiatan pelaksanaan kegiatan,sedangkan evaluasi hasil
adalah evaluasi terhadap akibat dari penerapanstrategi yang diterapkan.
[2] Syaiful Bahri
Djamarah dan Aswan Zain, STrategi Belajar Mengajar (Jakarta : PT Rineka
Cipta,2002),121.
[3] Wina, Sanjaya., Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2010),07.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar